Sabtu, 05 Desember 2009

SERUAN ROHANI SANTO PADRE PIO

SERUAN ROHANI SANTO PADRE PIO

KEHENDAK ALLAH

Engkau cemas, terlebih jika keinginanmu tidak menjadi bagian dari kepasrahanmu pada rencana Ilahi. Yakinkah engkau dengan pernyataan ini? (...)
Sayangnya, ketika engkau mengatakan bahwa engkau menerima kehendak Allah, engkau ingin merasakan hal ini dalam hatimu dengan kelemahlembutan.
Tetapi, bukankah sudah ku katakan padamu bahwa keadaan pemurnian yang telah direncanakan Tuhan bagimu dapat tercapai karena engkau mengosongkan dirimu dari perasaan sukacita yang dialaminya dalam pelayanan kepada Allah?

Renungkanlah kembali penerimaan Yesus terhadap kehendak Bapa di taman Getsemani dan betapa mahalnya harga tindakan itu bagi-Nya sampai membuatNya bersimbah peluh darah!
Lakukanlah hal ini juga bagimu saat segala sesuatu berjalan baik maupun buruk.
Janganlah bingung dan khawatir tentang bagaimana engkau harus melakukannya.
Kita tahu bahwa secara alamiah kita akan menghindar dari salib ketika segala menjadi sulit.
Tetapi, kita tidak dapat mengatakan bahwa jika tidak tunduk kepada kehendak Allah ketika kita tahu bahwa ia melaksanakan kehendak itu sekalipun ada dorongan kuat untuk melaksanakan yang sebaliknya. (...)

Jika kehendakmu lepas dari pemberontakan, engkau perlu memiliki keyakinan bahwa keinginan itu secara khusus telah menyerah pada kehendak Allah.
Karenanya, kehendak itu, dengan cara sendiri telah mengungkapkan tindakan penerimaannya.
(surat kepada Raffaelina Cesare, 30 Januari 1951)

Jangan melakukan tindakan apapun, bahkan yang paling sederhana dan tidak penting sekalipun, tanpa terlebih dahulu mempersembahkannya kepada Allah
(Arsip Padre Pio)

Allah dilayani hanya ketika Ia melayani menurut kehendakNya
(arsip Padre Pio)

Baiklah kita selalu siap untuk mengenali perintah Allah yang paling bijakasana dalam setiap peristiwa hidup. Marilah kita menyembah-Nya dan siap sedia menyesuaikan kehendak kita dalahm segala hal pada kehendak Allah. Dengan demikian, kita memuliakan Allah Bapa dan segala sesuatunya akan terjadi demi kebaikan kita menuju hidup abadi.
(surat kepada Raffaelina Cesare, 23-02-1915)

Tuhan, yang telah melimpahkan begitu banyak kebaikan kepada kita, puas dengan hadiah yang sangat kecil artinya, yakni kehendak kita.
Marilah kita mempersembahkannya kepada-Nya bersama-sama dengan Yesus Kristus sendiri dalam doa yang paling agung,
Bapa kami : Jadilah kehendakMu diatas bumi seperti di dalam Surga.
Marilah kita mempersembahkan kehendak kita sendiri dengan perasaan sebagaimana Yesus Kristus mempersembahkannya bagi kita kepada Bapa-Nya.
Marilah kita menyerahkan segala kehendak kita kepada-Nya dengan penyerahan total dan melakukannya dalam kehidupan kita sehari-hari.
Janganlah memberikan persembahan kita seperti persembahan anak-anak.
Setelah mereka memberikan sesuatu yang berharga sebagai hadiah, lalu mereka merasa menyesal telah melakukan hal itu dan mulai menangis serta ingin meminta kembali hadiahnya.
Dengan melakukan hal seperti itu, persembahan kita akan menjadi sebuah penghinaan.
(surat kepada Raffaelina Cesare, 23-02-1914)

Apalagi yang kita inginkan selain melakukan kehendak Allah?
Keinginan apalagi yang di miliki sebuah jiwa bilamana ia telah di persembahkan kepada-Nya?
Maka, apalagi yang engkau dambakan selain agar rencana Allah terpenuhi dalam dirimu?
Dengan demikian, berteguh hatilah dan majulah menuju jalan cinta-Nya dengan penuh keyakinan bahwa semakin kehendakmu bersatu dan menyesuaikan diri sepenuhnya dalam kehendak Allah, semakin cepat engkau akan berkembang menuju kesempurnan.
(surat kepada Raffaelina Cesare, 24-06-1915)

Engkau juga harus belajar lebih keras lagi untuk mengetahui dan semakin menghormati kehendak Ilahi dalam segala peristiwa hidupmu.
Ulangi sesering mungkin sabda Ilahi Yesus Kristus Tuhan kita : Fiat voluntas Dei sicut in coele et in terra (jadilah kehendak Allah di bumi dan juga di surga).
Kemudian,biarkanlah ungkapan ini selalu merajai hatimu dan bibirmu dalam segala peristiwa kehidupan. Serukanlah pada masa kesukaranmu, katakanlah disaat godaan datang dan selama masa percobaan yang di minta Yesus kepadamu.
Sekali lagi ucapkanlah manakala engkau merasa dirimu tenggelam dalam samudera kasih bagi Yesus. Kata-kata itu akan menjadi kekuatan dan keselamatanmu......
(surat kepada Annita Rodote, 06-02-1915)

Engkau tidak perlu mencemooh karya Allah, melainkan lebih baik engkau dengan rendah hati mempersembahkan dirimu sendiri kepada karya Ilahi.
Berilah kebebasan penuh bagi bekerjanya rahmat Allah dalam dirimu dan ingatlah jangan pernah bingung terhadap peristiwa yang mungkin terjadi padamu apabila tidak sesuai dengan yang kau inginkan. Hal ini bisa menghambat karya Roh Kudus bagi dirimu.
(surat kepada Maria Gargani, 26-08-1916)

Bilamana mungkin, hendaklah engkau bersukacita atas kehendak Allah bukan semata-mata karena itu sesuai dengan kehendakmu sendiri, melainkan karena engkau menyukai kehendakmu manakala itu sesuai dengan kehendak Allah.
(surat kepada Maria Gargani, 19-02-1918)

Sebaiknya biarkan Mempelai Ilahimu berkarya dalam dirimu dan membimbingmu menuju jalan yang dipilihNya.
(surat kepada Raffaelina Cesare, 14-07-1914)


Bilamana tidak ada kepatuhan, tidak ada kebajikan.
Bilamana tidak ada kebajikan, tidak ada kebaikan.
Bilamana tidak ada kebaikan, tidak ada kasih.
Jika tidak ada kasih, tidak ada Tuhan.
Dan jika tidak ada Tuhan, tidak ada surga.
(seruan rohani)

Bersambung....
RAMALAN PAUS KATOLIK TERAKHIR

Pertanyaan yang menggelitik kalangan umat Katolik di seluruh dunia adalah siapakah the last pope di dunia ini?. Mengapa pertanyaan itu dapat di lontarkan dengan terbuka oleh berbagai kalangan di dunia ini, mungkin karena tanda-tanda akhir zaman adalah di tandai dengan the last pope itu sendiri. Kita dapat membaca sejarah dunia dengan ramalan dari St. Malachy. St. Malachy atau Máel Máedóc Ua Morgair (lahir tahun 1094 wafat pada 2 November 1148) adalah Uskup Agung Armagh, Irlandia. Beliau adalah Santo pertama dari Irlandia yang dikanonisasikan, beliau dikanonasikan oleh Paus Clement (Clemens) III. Beliau mendapatkan visi/ramalan saat beliau melakukan perjalanan ziarah dari Irlandia menuju Roma. Pada malam setelah beliau melihat Roma, beliau terjatuh dan menggumamkan 112 kalimat/frase dalam bahasa Latin. 112 kalimat tersebut ditulis oleh juru tulisnya. Setelah itu, manuskrip tersebut disimpan didalam labirin rahasia Vatikan selama kurang lebih 400 tahun dan ditemukan lagi tahun 1595.

Frase dalam bahasa latin tersebut mengundang banyak kontrovesi di dunia Gereja saat itu. karena menganggap semua itu adalah berkedok penipuan. tetapi saat ini 95% dari manuskrip yang di tulisnya mengatakan hal yang terjadi dalam masa sekarang. Saya ingin mencoba menjelaskan Ramalan dari St. Malachy dari abad ke 16 sampai dengan abad sekarang, mengapa pada abad ke-16. karena ramalan ini di temukan kembali pada tahun 1595. Akan tetapi karena banyaknya frase-frase yang di anggap kurang akurat maka saya memulai saja dari abad ke-19 yaitu mulai dari

1. Ignis Ardens (Api yang membakar)
Paus Pius X
Ramalan ini mungkin dimaksudkan dengan adanya 2 “Api yang membakar” yaitu Jatuhnya meteor di Siberia pada 1908 dan Komet Halley pada 1912 yang menjadi tanda terjadinya Perang Dunia I

2. Religio de Populata (Agama yang berkurang)
Paus Benediktus XV
Pada masa pemerintahan Benediktus XV 35 juta orang kristen melayang gara2 perang dunia I dan 200 juta lagi berpindah agama,dan 2 juta yang alin tewas saat perang sipil di Rusia bersama dengan meninggalnya Benediktus XV

3. Fides Intrepida (Keyakinan yang berani)
Paus Pius XI
Paus ini meninggal sesaat setelah disuntik racun oleh dokter pribadinya, ini dilakukan karena si putri si dokter adalah gundik Mussolini, Paus ini dikenal lantang menyuarakan perlawanan terhadap fasisme dan anti-semitisme, sayang, pidato teakhirnya lenyap sebelum diedit dan dibacakan di depan masyarakat umum

4.Pastor Angelicus (Malaikat Pengembala)
Paus Pius XII
Saat perang dunia, Vatikan membuat sebuah dokumenter untuk membersihkan citranya, dokumenter itu berjudul PASTOR ANGELICUS !!

5.Pastor et Nauta (Pengembala dan pelaut)
Paus Yohannes XXIII
Sebelum menjadi Paus, Yohannes XXIII adalah pelaut dan pengembala disebuah kota di Italia

6. Flos Florum (Bunga dari bunga)
Paus Paulus VI
Simbol kepausannya berlambang 3 bunga bakung yang membentuk segitiga yang berarti sekuntum bunga diantara 2 bunga

7. De Medietate Lunae (dari bulan setengah)
Paus Yohannes Paulus I
Dia dilahirkan saat bulan setengah pada tanggal 17 Oktober 1912

8. De Labore Solis (dari gerhana matahari)
Paus Yohannes Paulus II
Beliau lahir dan meninggal saat gerhana matahari

9. Gloria Olivae (kemuliaan zaitun)
Paus Benediktus XVI
Benediktus merujuk pada nama Ordo Benediktin yang biasa disebut Olivetan, Gloria Olivae merujuk nama kepausannya yang memakai nama Benediktus

10. Petrus Romanus (peter dari roma)
Dipercaya sebagai paus terakhir sekaligus pertanda kehancuran gereja Vatikan, tapi tidak akan menggunakan nama Petrus, karena sudah menjadi kode etik bahwa tidak ada yang berani meneruskan nama St. Petrus. Paus ke 112 ini memiliki julukan sebagai Peter the Roman. Jaber Bolushi dalam bukunya berpendapat bahwa “Saya menafsirkan bahwa Petrus Romanus bukan Paus karena dia akan manghancurkan Gereja Vatikan itu sendiri”

Terlepas dari sebuah ramalan-ramalan yang ada, kita tidak boleh mempercayai akan ramalan dan takhayul. Kita serahkan semua kepada Tuhan. The Last Pope merupakan urusan Tuhan, Tuhan yang mengatur segala urusan di dunia ini. Karena adanya the Last Pope mengakibatkan umat nasrani bersatu kembali dengan agama-agama tuhan yang ada di dunia ini. karena di dunia ini hanya ada satu Tuhan. Tuhan yang menciptakan alam dan kita semua, agama adalah merupakan perantara manusia dalam hubungannya dengan Tuhan. Semoga dunia ini menjadi lebih baik dengan adanya the Last Pope ini. Kita tinggal menunggu beberapa tahun saja untuk melihat the last pope apabila itu benar-benar terjadi menjadi sebuah kenyataan.

SURAT NOTRADAMUS UNTUK ANAKNYA

Nostradamus---Letter to his son Cesar

Greetings and happiness to Cesar Nostradamus my son
Your late arrival, Cesar Nostredame, my son, has made me spend much time in constant nightly reflection so that I could communicate with you by letter and leave you this reminder, after my death, for the benefit of all men, of which the divine spirit has vouchsafed me to know by means of astronomy.

And since it was the Almighty's will that you were not born here in this region [Provence] and I do not want to talk of years to come but of the months during which you will struggle to grasp and understand the work I shall be compelled to leave you after my death: assuming that it will not be possible for me to leave you such [clearer] writing as may be destroyed through the injustice of the age [1555]. The key to the hidden prediction which you will inherit will be locked inside my heart.

Also bear in mind that the events here described have not yet come to pass, and that all is ruled and governed by the power of Almighty God, inspiring us not by bacchic frenzy nor by enchantments but by astronomical assurances: predictions have been made through the inspiration of divine will alone and the spirit of prophecy in particular.

On numerous occasions and over a long period of time I have predicted specific events far in advance, attributing all to the workings of divine power and inspiration, together with other fortunate or unfortunate happenings, foreseen in their full unexpectedness, which have already come to pass in various regions of the earth. Yet I have wished to remain silent and abandon my work because of the injustice not only of the present time [the Inquisition] but also for most of the future. I will not commit to writing.

Since governments, sects and countries will undergo such sweeping changes, diametrically opposed to what now obtains, that were I to relate events to come, those in power now - monarchs, leaders of sects and religions - would find these so different from their own imaginings that they would be led to condemn what later centuries will learn how to see and understand. Bear in mind also Our Saviour's words: Do not give anything holy to the dogs, nor throw pearls in front of the pigs lest they trample them with their feet and turn on you and tear you apart.

For this reason I withdrew my pen from the paper, because I wished to amplify my statement touching the Vulgar Advent (1), by means of ambiguous and enigmatic comments about future causes, even those closest to us and those I have perceived, so that some human change which may come to pass shall not unduly scandalize delicate sensibilities. The whole work is thus written in a nebulous rather than plainly prophetic form. So much so that,

You have hidden these things from the wise and the circumspect, that is from the mighty and the rulers, and you have purified those things for the small and the poor, and through Almighty God's will, revealed unto those prophets with the power to perceive what is distant and thereby to foretell things to come. For nothing can be accomplished without this faculty, whose power and goodness work so strongly in those to whom it is given that, while they contemplate within themselves, these powers are subject to other influences arising from the force of good. This warmth and strength of prophecy invests us with its influence as the sun's rays affect both animate and inanimate entities.

We human beings cannot through our natural consciousness and intelligence know anything of God the Creator's hidden secrets, For it is not for us to know the times or the instants, etc.

So much so that persons of future times may be seen in present ones, because God Almighty has wished to reveal them by means of images, together with various secrets of the future vouchsafed to orthodox astrology, as was the case in the past, so that a measure of power and divination passed through them, the flame of the spirit inspiring them to pronounce upon inspiration both human and divine. God may bring into being divine works, which are absolute; there is another level, that of angelic works; and a third way, that of the evildoers.

But my son, I address you here a little too obscurely. As regards the occult prophecies one is vouchsafed through the subtle spirit of fire, which the understanding sometimes stirs through contemplation of the distant stars as if in vigil, likewise by means of pronouncements, one finds oneself surprised at producing writings without fear of being stricken for such impudent loquacity. The reason is that all this proceeds from the divine power of Almighty God from whom all bounty proceeds.

And so once again, my son, if I have eschewed the word prophet, I do not wish to attribute to myself such lofty title at the present time, for whoever is called a prophet now was once called a seer; since a prophet, my son, is properly speaking one who sees distant things through a natural knowledge of all creatures. And it can happen that the prophet bringing about the perfect light of prophecy may make manifest things both human and divine, because this cannot be done otherwise, given that the effects of predicting the future extend far off into time.

God's mysteries are incomprehensible and the power to influence events is bound up with the great expanse of natural knowledge, having its nearest most immediate origin in free will and describing future events which cannot be understood simply through being revealed. Neither can they be grasped through men's interpretations nor through another mode of cognizance or occult power under the firmament, neither in the present nor in the total eternity to come. But bringing about such an indivisible eternity through Herculean efforts (2), things are revealed by the planetary movements.

I am not saying, my son - mark me well, here - that knowledge of such things cannot be implanted in your deficient mind, or that events in the distant future may not be within the understanding of any reasoning being. Nevertheless, if these things current or distant are brought to the awareness of this reasoning and intelligent being they will be neither too obscure nor too clearly revealed.

Perfect knowledge of such things cannot be acquired without divine inspiration, given that all prophetic inspiration derives its initial origin from God Almighty, then from chance and nature. Since all these portents are produced impartially, prophecy comes to pass partly as predicted. For understanding created by the intellect cannot be acquired by means of the occult, only by the aid of the zodiac, bringing forth that small flame by whose light part of the future may be discerned.

Also, my son, I beseech you not to exercise your mind upon such reveries and vanities as drain the body and incur the soul's perdition, and which trouble our feeble frames. Above all avoid the vanity of that most execrable magic formerly reproved by the Holy Scriptures - only excepting the use of official astrology.

For by the latter, with the help of inspiration and divine revelation, and continual calculations, I have set down my prophecies in writing. Fearing lest this occult philosophy be condemned, I did not therefore wish to make known its dire import; also fearful that several books which had lain hidden for long centuries might be discovered, and of what might become of them, after reading them I presented them to Vulcan. [i.e. burned them]. And while he devoured them, the flame licking the air gave out such an unexpected light, clearer than that of an ordinary flame and resembling fire from some flashing cataclysm, and suddenly illumined the house as if it were caught in a furnace. Which is why I reduced them to ashes then, so that none might be tempted to use occult labours in searching for the perfect transmutation, whether lunar or solar, of incorruptible metals (3).

But as to that discernment which can be achieved by the aid of planetary scrutiny, I should like to tell you this. Eschewing any fantastic imaginings, you may through good judgment have insight into the future if you keep to the specific names of places that accord with planetary configurations, and with inspiration places and aspects yield up hidden properties, namely that power in whose presence the three times [past, present, and future] are understood as Eternity whose unfolding contains them all: for all whings nare naked and open.

That is why, my son, you can easily, despite your young brain, understand that events can be foretold naturally by the heavenly bodies and by the spirit of prophecy: I do not wish to ascribe to myself the title and role of prophet, but emphasize inspiration revealed to a mortal man whose perception is no further from heaven than the feet are from the earth. I cannot fail, err or be deceived, although I may be as great a sinner as anyone else upon this earth and subject to all human afflictions.

But after being surprised sometimes by day while in a trance, and having long fallen into the habit of agreeable nocturnal studies, I have composed books of prophecies, each containing one hundred astronomical quatrains, which I want to condense somewhat obscurely. The work comprises prophecies from today to the year 3797.

This may perturb some, when they see such a long timespan, and this will occur and be understood in all the fullness of the Republic (4); these things will be universally understood upon earth, my son. If you live the normal lifetime of man you will know upon your own soil, under your native sky, how future events are to turn out.
For only Eternal God knows the eternity of His light which proceeds from Him, and I speak frankly to those to whom His immeasurable, immense and incomprehensible greatness has been disposed to grant revelations through long, melancholy inspiration, that with the aid of this hidden element manifested by God, there are two principal factors which make up the prophet's intelligence.

The first is when the supernatural light fills and illuminates the person who predicts by astral science, while the second allows him to prophesy through inspired revelation, which is only a part of the divine eternity, whereby the prophet comes to assess what his divinatory power has given him through the grace of God and by a natural gift, namely, that what is foretold is true and ethereal in origin (5).

And such a light and small flame is of great efficacy and scope, and nothing less than the clarity of nature itself. The light of human nature makes the philosophers so sure of themselves that with the principles of the first cause they reach the loftiest doctrines and the deepest abysses. But my son, lest I venture too far for your future perception, be aware that men of letters shall make grand and usually boastful claims about the way I interpreted the world, before the worldwide conflagration which is to bring so many catastrophes and such revolutions that scarcely any lands will not be covered by water (6), and this will last until all has perished save history and geography themselves. This is why, before and after these revolutions in various countries, the rains will be so diminished and such abundance of fire and fiery missiles shall fall from the heavens that nothing shall escape the holocaust. And this will occur before the last conflagration [1999].

For before war ends the [twentieth] century and in its final stages [1975-99] it will hold the century under its sway. Some countries will be in the grip of revolution (7) for several years, and others ruined for a still longer period. And now that we are in a republican era, with Almighty God's aid, and before completing its full cycle, the monarchy will return, then the Golden Age (8). For according to the celestial signs, the Golden Age shall return, and after all calculations, with the world near to an all-encompassing revolution - from the time of writing 177 years 3 months 11 days (9) - plague, long famine and wars, and still more floods from now until the stated time. Before and after these, humanity shall several times be so severely diminished that scarcely anyone shall be found who wishes to take over the fields, which shall become free where they had previously been tied.

This will be after the visible judgment of heaven, before we reach the millennium which shall complete all. In the firmament of the eighth sphere, a dimension whereon Almighty God will complete the revolution, and where the constellations will resume their motion which will render the earth stable and firm, but only if He will remain unchanged for ever until His will be done.

This is in spite of all the ambiguous opinions surpassing all natural reason, expressed by Mahomet; which is why God the Creator, through the ministry of his fiery agents with their flames, will come to propose to our perceptions as well as our eyes the reasons for future predictions.

Signs of events to come must be manifested to whomever prophesies. For prophecy which stems from exterior illumination is part of that light and seeks to ally with it and bring it into being so that the part which seems to possess the faculty of understanding is not subject to a sickness of the mind.

Reason is only too evident. Everything is predicted by divine afflatus (10) and thanks to an angelic spirit inspiring the one prophesying, consecrating his predictions through divine unction. It also divests him of all fantasies by means of various nocturnal apparitions, while with daily certainty he prophesies through the science of astronomy, with the aid of sacred prophecy, his only consideration being his courage in freedom.

So come, my son, strive to understand what I have found out through my calculations which accord with revealed inspiration, because now the sword of death approaches us, with pestilence and war more horrible than there has ever been - because of three men's work - and famine. And this sword shall smite the earth and return to it often, for the stars confirm this upheaval and it is also written: I shall punish their injustices with iron rods, and shall strike them with blows.

For God's mercy will be poured forth only for a certain time, my son, until the majority of my prophecies are fulfilled and this fulfillment (sic) is complete. Then several times in the course of the doleful tempests the Lord shall say: Therefore I shall crush and destroy and show no mercy; and many other circumstances shall result from floods and continual rain (11) of which I have written more fully in my other prophecies, composed at some length, not in a chronological sequence, in prose, limiting the places and times and exact dates so that future generations will see, while experiencing these inevitable events, how I have listed others in clearer language, so that despite their obscurities these things shall be understood: When the time comes for the removal of ignorance, the matter will be clearer still.

So in conclusion, my son, take this gift from your father M. Nostradamus, who hopes you will understand each prophecy in every quatrain herein. May Immortal God grant you a long life of good and prosperous happiness.

Salon, 1 March 1555
10 Orang Terkaya di Dunia 2009

Akhirnya Bill Gates kembali ke singgasananya jadi orang terkaya di dunia setelah beberapa saat digeser Warren Buffett. Well.., seperti dikutip dari forbes.com tanggal 11-03-2009 ada perubahan daftar peringkat orang terkaya di dunia.. ( Bahasa Indonesia )


RANK NAME CITIZENSHIP AGE NET WORTH ($BIL) RESIDENCE
1 William Gates III United States 53 40.0 United States
2 Warren Buffett United States 78 37.0 United States
3 Carlos Slim Helu & family Mexico 69 35.0 Mexico
4 Lawrence Ellison United States 64 22.5 United States
5 Ingvar Kamprad & family Sweden 83 22.0 Switzerland
6 Karl Albrecht Germany 89 21.5 Germany
7 Mukesh Ambani India 51 19.5 India
8 Lakshmi Mittal India 58 19.3 United Kingdom
9 Theo Albrecht Germany 87 18.8 Germany
10 Amancio Ortega Spain 73 18.3 Spain


1. William Gates III

Net Worth : $40.0 bil
Fortune : self made
Source : Microsoft
Age : 53
Country Of Citizenship : United States
Residence : Medina, Washington
Industry : Software
Education : Harvard University, Drop Out,
Marital Status : married, 3 children
Software visionary regains title as the world’s richest man despite losing $18 billion in the past 12 months. Stepped down from day-to-day duties at Microsoft last summer to devote his talents and riches to the Bill & Melinda Gates Foundation. Organization’s assets were $30 billion in January; annual letter lauds endowment manager Michael Larson for limiting last year’s losses to 20%. Gates decided to increase donations in 2009 to $3.8 billion, up 15% from 2008. Dedicated to fighting hunger in developing countries, improving education in America’s high schools and developing vaccines against malaria, tuberculosis and AIDS. Appointed Microsoft Office veteran Jeffrey Raikes chief exec of Gates Foundation in September. Gates remains Microsoft chairman. Sells shares each quarter, redeploys proceeds via investment vehicle Cascade; more than half of fortune invested outside Microsoft. Stock down 45% in past 12 months. “Creative capitalist” wants companies to match profitmaking with doing good.


2. Warren Buffett

Net Worth : $37.0 bil
Fortune : self made
Source : Berkshire Hathaway
Age : 78
Country Of Citizenship : United States
Residence : Omaha, Nebraska
Industry : Investments
Education : University of Nebraska Lincoln, Bachelor of Arts / Science, Columbia University, Master of Science
Marital Status : widowed, remarried, 3 children
Last year America’s most beloved investor was the world’s richest man. This year he has to settle for second place after losing $25 billion in 12 months. Shares of Berkshire Hathaway down 45% since last March. Injected billions of dollars into Goldman Sachs, GE in exchange for preferred stock last fall; propped up insurance firm Swiss Re in February with $2.6 billion infusion. Admits he made some “dumb” investment mistakes in 2008. Upbeat about America’s future: “Our economic system has worked extraordinarily well over time. It has unleashed human potential as no other system has, and it will continue to do so.” Scoffs at Wall Street’s over-reliance on “history-based” models: “If merely looking up past financial data would tell you what the future holds, the Forbes 400 would consist of librarians.” Son of Nebraska politician delivered newspapers as a boy. Filed first tax return at age 13, claiming $35 deduction for bicycle. Studied under value investing guru Benjamin Graham at Columbia. Took over textile firm Berkshire Hathaway 1965. Today holding company invested in insurance (Geico, General Re), jewelry (Borsheim’s), utilities (MidAmerican Energy), food (Dairy Queen, See’s Candies). Also has noncontrolling stakes in Anheuser-Busch, Coca-Cola, Wells Fargo.


3. Carlos Slim Helu & family

Net Worth :$35.0 bil
Fortune : self made
Source : telecom
Age : 69
Country Of Citizenship : Mexico
Residence : Mexico City
Industry : Telecommunications
Education : NA,
Marital Status : widowed, 6 children
Economic downturn and plunging peso shaved $25 billion from the fortune of Latin America’s richest man. Global recession testing his ability to live up to the principles he sets for his employees: “Maintain austerity in times of fat cows.” Son of a Lebanese immigrant bought fixed line operator Telefonos de Mexico (Telmex) in 1990; now controls 90% of Mexico’s telephone landlines. Would be a billionaire based on his dividends alone. Biggest holding: $16 billion stake in America Movil, Latin America’s largest mobile phone company with 173 million customers. America Movil and Telmex reportedly planning to jointly invest $4 billion to bolster telecom infrastructure in Latin America. Buying up cheap media, energy and retail assets. Last year took stakes in New York Times Co., former billionaire Anthony O’Reilly’s Independent News & Media and Bronco Drilling; also increased position in Saks. Baseball statistics aficionado, art collector.


4. Lawrence Ellison

Net Worth : $22.5 bil
Fortune : self made
Source : Oracle
Age : 64
Country Of Citizenship : United States
Residence : Redwood City, California
Industry : Software
Education : University of Illinois, Drop Out,
Marital Status : married, 2 children
Database titan continues to engulf the competition; Oracle has racked up 49 acquisitions in the past 4 years. Bought BEA Systems for $8.5 billion last year. Still sitting on $7 billion in cash. Revenues up 11% to $10.9 billion in the six months ended November 30; profits also up 11% to $2.4 billion. Stock down 25% in past 12 months. Invested $125 million in Web software outfit Netsuite; took public in 2007, stock has fallen 80% since. His shares still worth $300 million. Chicago native studied physics at U. of Chicago, didn’t graduate. Started Oracle in 1977. Public 1986, a day before Microsoft. Owns 453-foot Rising Sun; built a smaller leisure boat because superyacht is hard to park. Squabbling in court with Swiss boating billionaire Ernesto Bertarelli over terms of next America’s Cup. Recently unveiled hulking 90-foot trimaran he intends to use to win it.


5. Ingvar Kamprad & family

Net Worth : $22.0 bil
Fortune : self made
Source : Ikea
Age : 83
Country Of Citizenship : Sweden
Residence : Lausanne
Industry : Retail
Education : NA,
Marital Status : married, 4 children
Peddled matches, fish, pens, Christmas cards and other items by bicycle as a teenager. Started selling furniture in 1947. Opened first Ikea store 50 years ago; stores’s name is a combination of initials of his first and last name, his family farm and the nearest village. Retired in 1986; company’s “senior adviser” still reportedly works tirelessly on his brand. Discount retailer now sells 9,500 items in 36 countries; prints catalog in 27 languages. Revenues up 7% to $27.4 billion in fiscal year 2008. Opened tenth store in China this February; planning to open first in Dominican Republic later this year. Three sons all work at the company. Thrifty entrepreneur flies economy class, frequents cheap restaurants and furnishes his home mostly with Ikea products.


6. Karl Albrecht

Net Worth : $21.5 bil
Fortune : self made
Source : Aldi
Age : 89
Country Of Citizenship : Germany
Residence : Mulheim an der Ruhr
Industry : Retail
Education : NA,
Marital Status:married, 2 children Germany’s richest person owns discount supermarket giant Aldi Sud. Retailer faring well amid economic downturn; analysts expect its 2008 sales to be up 9.4% to $33.7 billion. Sales in the U.S. up estimated 20% last year to $7 billion. Plans to open 75 U.S. stores in 2009, including first in New York City. With younger brother, Theo, transformed their mother’s corner grocery store into Aldi after World War II. Brothers split ownership in 1961; Karl took the stores in southern Germany, plus the rights to the brand in the U.K., Australia and the U.S. Theo got northern Germany and the rest of Europe. Retired from daily operations. Fiercely private: little known about him other than that he apparently raises orchids and plays golf.


7. Mukesh Ambani

Net Worth : $19.5 bil
Fortune : inherited and growing
Source : petrochemicals
Age : 51
Country Of Citizenship : India
Residence : Mumbai
Industry : Manufacturing
Education : University of Bombay, Bachelor of Arts / Science, Stanford University, Drop Out
Marital Status : married, 3 children
Oversees Reliance Industries, India’s most valuable company by market cap despite stock falling 40% in past year. Merging his Reliance Petroleum with flagship Reliance Industries. As part of deal, will exercise right to buy back Chevron’s 5% stake in Reliance Petroleum at $1.20 per share—the same price at which he sold it 3 years ago. Today the stock trades for $1.80 a share. Increased stake in Reliance Industries in October; paid $3.4 billion to convert 120 million preferential warrants into shares. Reliance Petroleum refinery on India’s western coast began operating in December despite falling global demand and declining margins. Late father Dhirubhai founded Reliance and built it into a massive conglomerate. After he died Mukesh and his brother, Anil, ran the family business together for a brief time. But siblings feuded over control; mother eventually brokered split of assets. Brothers may be looking to bury hatchet; played joint hosts at mother’s recent 75th-birthday bash. Has yet to move into his 27-story home that he’s building at a reported cost of $1 billion. Ardent fan of Bollywood films. Wife, Nita, oversees school named after his father.


8. Lakshmi Mittal

Net Worth : $19.3 bil
Fortune : inherited and growing
Source : steel
Age : 58
Country Of Citizenship : India
Residence : London
Industry : Steel
Education : St Xavier’s College Calcutta, Bachelor of Arts / Science,
Marital Status : married, 2 children
Indian immigrant heads world’s largest steel company; ArcelorMittal was formed via hostile takeover 3 years ago. Stock in company makes up bulk of his fortune; shares at a 4-year low with steel prices down 75% since last summer. Company forced to pay heavy fines after a French antitrust investigation found 10 companies guilty of price-fixing in European steel markets. Arcelor posted $2.6 billion loss in most recent quarter; announced plans to slow acquisitions, cut capital expenditures, pay down debt. Started in family steel business in the 1970s, branched out on his own in 1994. Initially bought up steel mills on the cheap in Eastern Europe. Company bought 19.9% stake in Australia’s Macarthur Coal last year. Also owns pieces of Mumbai’s Indiabulls Group, London’s RAB Capital; owns stake in, sits on board of Goldman Sachs. Holds substantial cash; owns 12-bedroom mansion in London’s posh Kensington neighborhood.


9. Theo Albrecht

Net Worth : $18.8 bil
Fortune : self made
Source : Aldi, Trader Joe’s
Age : 87
Country Of Citizenship : Germany
Residence : Foehr
Industry : Retail
Education : NA,
Marital Status : married, 2 children
Runs discount supermarket group Aldi Nord; firm holding up amid economic downturn. Sales expected to hit $31 billion in 2008. After World War II he and older brother Karl transformed their mother’s corner grocery into Aldi. Brothers split ownership in 1961; Karl took the stores in southern Germany, plus the rights to the brand in the U.K., Australia and the U.S. Theo got the northern Germany stores and the rest of Europe. Unable to operate Aldi stores in U.S., Theo developed discount food store Trader Joe’s; now has more than 320 U.S. stores. Also owns stake in Supervalu. Became a recluse after being kidnapped for 17 days in 1971; said to collect old typewriters; loves golf.


10. Amancio Ortega

Net Worth : $18.3 bil
Fortune : self made
Source : Zara
Age : 73
Country Of Citizenship : Spain
Residence : La Coruna
Industry : Retail
Education : NA,
Marital Status : married, 3 children
Railway worker’s son started as a gofer in a shirt store. With then-wife Rosalia Mera, also now a billionaire, started making dressing gowns and lingerie in their living room. Business became one of world’s most successful apparel manufacturers. Today Inditex has more than 4,000 stores in 71 countries. Sales: $12.3 billion. Ortega is chairman. Company exported its cheap chic Zara stores to 4 new markets last year: Ukraine, South Korea, Montenegro and Honduras. Stock up 1% in past 12 months, but fortune down because of weak euro. Also has personal investments in gas, tourism, banks and real estate. Owns properties in Madrid, Paris, London, Lisbon, plus a luxury hotel and apartment complex in Miami, a horse-jumping circuit, and an interest in a soccer league. Shuns neckties and fanfare. Daughter Marta works for Inditex; recent speculation suggests she is being groomed to eventually replace her father.

Sumber : www.forbes.com

ARISTOTELES

Aristoteles

Aristoteles (Bahasa Yunani: ‘Aριστοτέλης Aristotélēs), (384 SM – 322 SM) adalah seorang filsuf Yunani, murid dari Plato dan guru dari Alexander yang Agung. Ia menulis berbagai subyek yang berbeda, termasuk fisika, metafisika, puisi, logika, retorika, politik, pemerintahan, etnis, biologi dan zoologi. Bersama dengan Socrates dan Plato, ia dianggap menjadi seorang di antara tiga orang filsuf yang paling berpengaruh di pemikiran Barat
Masa muda

Aristoteles lahir di Stagira, kota di wilayah Chalcidice, Thracia, Yunani (dahulunya termasuk wilayah Makedonia tengah) tahun 384 SM. Ayahnya adalah tabib pribadi Raja Amyntas dari Makedonia. Pada usia 17 tahun, Aristoteles bergabung menjadi murid Plato. Belakangan ia meningkat menjadi guru di Akademi Plato di Athena selama 20 tahun. Aristoteles meninggalkan akademi tersebut setelah Plato meninggal, dan menjadi guru bagi Alexander dari Makedonia. Saat Alexander berkuasa di tahun 336 SM, ia kembali ke Athena. Dengan dukungan dan bantuan dari Alexander, ia kemudian mendirikan akademinya sendiri yang diberi nama Lyceum, yang dipimpinnya sampai tahun 323 SM.
Kontribusi dan karya

Filsafat Aristoteles berkembang pada waktu ia memimpin Lyceum, yang mencakup enam karya tulisnya yang membahas masalah logika, yang dianggap sebagai karya-karyanya yang paling penting, selain kontribusinya di bidang Metafisika, Fisika, Etika, Politik, Ilmu Kedokteran, dan Ilmu Alam.

Di bidang ilmu alam, ia merupakan orang pertama yang mengumpulkan dan mengklasifikasikan spesies-spesies biologi secara sistematis. Karyanya ini menggambarkan kecenderungannya akan analisa kritis, dan pencarian terhadap hukum alam dan keseimbangan pada alam. Plato menyatakan teori tentang bentuk-bentuk ideal benda, sedangkan Aristoteles menjelaskan bahwa materi tidak mungkin tanpa bentuk karena ia ada (eksis). Selanjutnya ia menyatakan bahwa bentuk materi yang sempurna, murni atau bentuk akhir, adalah apa yang dinyatakannya sebagai theos, yaitu yang dalam pengertian Bahasa Yunani sekarang dianggap berarti Tuhan.

Logika Aristoteles adalah suatu sistem berpikir deduktif (deductive reasoning), yang bahkan sampai saat ini masih dianggap sebagai dasar dari setiap pelajaran tentang logika formal. Meskipun demikian, dalam penelitian ilmiahnya ia menyadari pula pentingnya observasi, eksperimen dan berpikir induktif (inductive thinking).Di bidang politik, Aristoteles percaya bahwa bentuk politik yang ideal adalah gabungan dari bentuk demokrasi dan monarki.

Karena luasnya lingkup karya-karya dari Aristoteles, maka dapatlah ia dianggap berkontribusi dengan skala ensiklopedis, dimana kontribusinya melingkupi bidang-bidang yang sangat beragam sekali seperti Fisika, Astronomi, Biologi, Psikologi, Metafisika (misalnya studi tentang prisip-prinsip awal mula dan ide-ide dasar tentang alam), logika formal, etika, politik, dan bahkan teori retorika dan puisi.
Pengaruh

Meskipun sebagian besar ilmu pengetahuan yang dikembangkannya terasa lebih merupakan penjelasan dari hal-hal yang masuk akal (common-sense explanation), banyak teori-teorinya yang bertahan bahkan hampir selama dua ribu tahun lamanya. Hal ini terjadi karena teori-teori tersebut karena dianggap masuk akal dan sesuai dengan pemikiran masyarakat pada umumnya, meskipun kemudian ternyata bahwa teori-teori tersebut salah total karena didasarkan pada asumsi-asumsi yang keliru.

Dapat dikatakan bahwa pemikiran Aristoteles sangat berpengaruh pada pemikiran Barat dan pemikiran keagamaan lain pada umumnya. Penyelarasan pemikiran Aristoteles dengan teologi Kristiani dilakukan oleh Santo Thomas Aquinas di abad ke-13, dengan teologi Yahudi oleh Maimonides (1135 – 1204), dan dengan teologi Islam oleh Ibnu Rusyid (1126 – 1198). Bagi manusia abad pertengahan, Aristoteles tidak saja dianggap sebagai sumber yang otoritatif terhadap logika dan metafisika, melainkan juga dianggap sebagai sumber utama dari ilmu pengetahuan, atau “the master of those who know”, sebagaimana yang kemudian dikatakan oleh Dante Alighieri.

SOCRATES

SOCRATES

Socrates lahir di Athena, dan merupakan generasi pertama dari tiga ahli filsafat besar dari Yunani, yaitu Socrates, Plato dan Aristoteles. Socrates adalah yang mengajar Plato, dan Plato pada gilirannya juga mengajar Aristoteles.

Socrates diperkirakan berprofesi sebagai seorang ahli bangunan (stone mason) untuk mencukupi hidupnya. Penampilan fisiknya pendek dan tidak tampan, akan tetapi karena pesona, karakter dan kepandaiannya ia dapat membuat para aristokrat muda Athena saat itu untuk membentuk kelompok yang belajar kepadanya.

Metode pembelajaran Socrates bukanlah dengan cara menjelaskan, melainkan dengan cara mengajukan pertanyaan, menunjukkan kesalahan logika dari jawaban, serta dengan menanyakan lebih jauh lagi, sehingga para siswanya terlatih untuk mampu memperjelas ide-ide mereka sendiri dan dapat mendefinisikan konsep-konsep yang mereka maksud dengan mendetail.
Socrates sediri tidak pernah diketahui menuliskan buah pikirannya. Kebanyakan yang kita ketahui mengenai buah pikiran Socrates berasal dari catatan oleh Plato, Xenophone (430-357) SM, dan siswa-siswa lainnya.

Salah satu catatan Plato yang terkenal adalah Dialogue, yang isinya berupa percakapan antara dua orang pria tentang berbagai topik filsafat. Socrates percaya bahwa manusia ada untuk suatu tujuan, dan bahwa salahbenar memainkan peranan yang penting dalam mendefinisikan hubungan seseorang dengan lingkungan dan sesamanya. Sebagai seorang pengajar, Socrates dikenang karena keahliannya dalam berbicara dan kepandaian pemikirannya. Socrates percaya bahwa kebaikan berasal dari pengetahuan diri, dan bahwa manusia pada dasarnya adalah jujur, dan bahwa kejahatan merupakan suatu upaya akibat salah pengarahan yang membebani kondisi seseorang. Pepatahnya yang terkenal: "Kenalilah dirimu". dan

Socrates percaya bahwa pemerintahan yang ideal harus melibatkan orang-orang yang bijak, yang dipersiapkan dengan baik, dan mengatur kebaikan-kebaikan untuk masyarakat. Ia juga dikenang karena menjelaskan gagasan sistematis bagi pembelajaran mengenai keseimbangan alami lingkungan, yang kemudian akan mengarah pada perkembangan metode ilmu pengetahuan.

Socrates percaya akan gagasan mengenai gaya tunggal dan transenden yang ada di balik pergerakan alam ini. Dengan demikian, Socrates memiliki pandangan yang bertentangan dengan kepercayaan umum masyarakat Yunani saat itu, yaitu kepercayaan pada kuil (oracle) dari dewa-dewa.

Pandangan yang ia bawa tersebut akhirnya membuatnya dipenjara dengan tuduhan merusak ahlak pemuda-pemuda Athena. Pengadilan dan cobaan yang dialaminya digambarkan dalam catatan Apology oleh Plato, sedangkan serangkaian percakapannya dengan para siswanya ketika ia dipenjara digambarkan dalam Phaedo, juga oleh Plato. Bagaimanapun, Socrates dinyatakan bersalah dan ia ditawarkan untuk bunuh diri dengan meminum racun. Penawaran tersebut diterimanya dengan tenang, meskipun para siswanya telah berulangkali membujuknya untuk melarikan diri. Menurut Phaedo, Socrates meninggal dengan tenang dengan dikelilingi oleh kawan-kawan dan siswanya

Filosof Yunani kuno Plato tak pelak lagi cikal bakal filosof politik Barat dan sekaligus dedengkot pemikiran etika dan metafisika mereka. Pendapat-pendapatnya di bidang ini sudah terbaca luas lebih dari 2300 tahun. Tak pelak lagi, Plato berkedudukan bagai bapak moyangnya pemikir Barat,
Plato dilahirkan dari kalangan famili Athena kenamaan sekitar tahun 427 SM. Di masa remaja dia berkenalan dengan filosof kesohor Socrates yang jadi guru sekaligus sahabatnya. Tahun 399 SM, tatkala Socrates berumur tujuh puluh tahun, dia diseret ke pengadilan dengan tuduhan tak berdasar berbuat brengsek dan merusak akhlak angkatan muda Athena. Socrates dikutuk, dihukum mati. Pelaksanaan hukum mati Socrates --yang disebut Plato "orang terbijaksana, terjujur, terbaik dari semua manusia yang saya pernah kenal"-- membikin Plato benci kepada pemerintahan demokratis.
Tak lama sesudah Socrates mati, Plato pergi meninggalkan Athena dan selama sepuluh-duabelas tahun mengembara ke mana kaki membawa.

Sekitar tahun 387 SM dia kembali ke Athena, mendirikan perguruan di sana, sebuah akademi yang berjalan lebih dari 900 tahun. Plato menghabiskan sisa umurnya yang empat puluh tahun di Athena, mengajar dan menulis ihwal filsafat. Muridnya yang masyhur, Aristoteles, yang jadi murid akademi di umur tujuh belas tahun sedangkan Plato waktu itu sudah menginjak umur enam puluh tahun. Plato tutup mata pada usia tujuh puluh.

Plato menulis tak kurang dari tiga puluh enam buku, kebanyakan menyangkut masalah politik dan etika selain metafisika dan teologi. Tentu saja mustahil mengikhtisarkan isi semua buku itu hanya dalam beberapa kalimat. Tetapi, dengan risiko menyederhanakan pikiran-pikirannya, saya mau coba juga meringkas pokok-pokok gagasan politiknya.yang dipaparkan dalam buku yang kesohor, Republik, yang mewakili pikiran-pikirannya tentang bentuk masyarakat yang menurutnya ideal.

Bentuk terbaik dari suatu pemerintahan, usul Plato, adalah pemerintahan yang dipegang oleh kaum aristokrat. Yang dimaksud aristokrat di sini bukannya aristokrat yang diukur dari takaran kualitas, yaitu pemerintah yang digerakkan oleh putera terbaik dan terbijak dalam negeri itu. Orang-orang ini mesti dipilih bukan lewat pungutan suara penduduk melainkan lewat proses keputusan bersama. Orang-orang yang sudah jadi anggota penguasa atau disebut "guardian" harus menambah orang-orang yang sederajat semata-mata atas dasar pertimbangan kualitas.

Plato percaya bahwa bagi semua orang, entah dia lelaki atau perempuan, mesti disediakan kesempatan memperlihatkan kebolehannya selaku anggota "guardian". Plato merupakan filosof utama yang pertama, dan dalam jangka waktu lama nyatanya memang cuma dia, yang mengusulkan persamaan kesempatan tanpa memandang kelamin. Untuk membuktikan persamaan pemberian kesempatannya, Plato menganjurkan agar pertumbuhan dan pendidikan anak-anak dikelola oleh negara. Anak-anak pertama-tama kudu memperoleh latihan fisik yang menyeluruh, tetapi segi musik, matematika dan lain-lain disiplin akademi tidak boleh diabaikan. Pada beberapa tahap, ujian ekstensif harus diadakan. Mereka yang kurang maju harus diaalurkan untuk ikut serta terlibat dalam kegiatan ekonomi masyarakat, sedangkan orang-orang yang maju harus terus melanjutkan dan menerima gemblengan latihan. Penambahan pendidikan ini harus termasuk bukan cuma pada mata pelajaran akademi biasa, tetapi juga mendalami filosofi yang oleh Plato dimaksud menelaah doktrin bentuk ideal faham metafisikanya.

Pada usia tiga puluh lima tahun, orang-orang ini yang memang sudah betul-betul meyakinkan mampu menunjukkan penguasaannya di bidang teori-teori dasar, harus menjalani lagi tambahan latihan selama lima belas tahun, yang mesti termasuk bekerja mencari pengalaman praktek. Hanya orang-orang yang mampu memperlihatkan bahwa mereka bisa merealisir dalam bentuk kerja nyata dari buku-buku yang dipelajarinya dapat digolongkan kedalam "kelas guardian." Lebih dari itu, hanya orang-orang yang dengan jelas bisa. menunjukkan bahwa minat utamanya adalah mengabdi kepada kepentingan masyarakatlah yang bisa diterima ke dalam. "kelas guardian."

Keanggotaan guardian tidak dengan sendirinya menarik perhatian masyarakat. Sebab, jadi guardian tidaklah banyak mendapatkan duit. Mereka hanya dibolehkan memiliki harta pribadi dalam jumlah terbatas dan tak boleh punya tanah buat rumah pribadinya. Mereka menerima gaji tertentu dan tetap (itu pun dalam jumlah yang tak seberapa), dan tidak dibolehkan punya emas atau perak. Anggota guardian tidak diperkenankan punya famili yang terpisah tempatnya, mereka harus makan berbareng, punya pasangan bersama. Imbalan buat pentolan-pentolan filosof ini bukannya kekayaan melainkan kepuasan dalam hal melayani kepentingan umum. Begitulah ringkasnya sebuah republik yang ideal menurut Plato.

Republik terbaca luas selama berabad-abad. Tetapi harus dicatat, sistem politik yang dianjurkan didalamnya belum pernah secara nyata dipraktekkan sebagai model pemerintahan mana pun. Selama masa antara jaman Plato hingga kini, umumnya negara-negara Eropa menganut sistem kerajaan. Di abad-abad belakangan ini beberapa negara menganut bentuk pemerintah demokratis. Ada juga yang menganut sistem pemerintahan militer, atau di bawah tiran demagog seperti misalnya Hitler dan Mussolini. Tak satu pun pemerintahan-pemerintahan ini punya kemiripan dengan republik ideal Plato. Teori Plato tak pernah jadi anutan partai politik mana pun, atau jadi basis gerakan politik seperti halnya terjadi pada ajaran-ajaran Karl Marx, apakah dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa hasil karya Plato, kendati diperbincangkan dengan penuh penghargaan, sebenarnya sepenuhnya disisihkan orang dalam praktek? Saya pikir tidak.

Memang benar, tak satu pun pemerintahan sipil di Eropa disandarkan atas model Plato secara langsung. Namun, terdapat persamaan yang mengagumkan antara posisi gereja Katolik di Eropa abad tengah dengan "kelas guardian" Plato. Gereja Katolik abad pertengahan terdiri dari kaum elite yang mempertahankan diri sendiri agar tidak layu dan tersisihkan, yang anggota-anggotanya mendapat latihan-latihan filosofis resmi. Pada prinsipnya, semua pria, tak peduli dari mana asal-usulnya dapat dipilih masuk kependetaan (meski tidak untuk wanita). Juga pada prinsipnya, para pendeta itu tak punya famili dan memang diarahkan semata-mata agar mereka memusatkan perhatian pada kelompok mereka sendiri, bukannya nafsu keagungan disanjung-sanjung.

Peranan partai Komunis di Uni Soviet juga ada yang membandingkannya dengan "kelas guardian" Plato dalam dia punya republik ideal. Di sini pun kita temukan kelompok elite yang kesemuanya terlatih dengan filosofi resmi.

Gagasan Plato juga mempengaruhi struktur pemerintahan Amerika Serikat. Banyak anggota konvensi konstitusi Amerika mengenal dan tak asing dengan gagasan-gagasan politik Plato. Dia maksud, sudah barang tentu, agar Konstitusi Amerika Serikat membuka kemungkinan menggali dan mempengaruhi kehendak rakyat. Dan juga diinginkan sebagai sarana memilih orang-orang yang paling bijak dan paling baik untuk memerintah negara.

Kesulitan menentukan arti penting pengaruh Plato sepanjang masa --meski luas dan menyebar-- adalah ruwet dipaparkan dan bersifat tidak langsung. Sebagai tambahan teori politiknya, diskusinya di bidang etika dan metafisika telah mempengaruhi banyak filosof yang datang belakangan. Apabila Plato ditempatkan pada urutan sedikit lebih rendah ketimbang Aristoteles dalam daftar sekarang ini, hal ini terutama lantaran Aristoteles bukan saja seorang filosof melainkan pula seorang ilmuwan yang penting. Sebaliknya, penempatan Plato lebih tinggi urutannya ketimbang pemikir-pemikir seperti John Locke, Thomas Jefferson dan Voltaire, sebabnya lantaran tulisan-tulisan ihwal politiknya mempengaruhi dunia cuma dalam jangka masa dua atau tiga abad, sedangkan Plato punya daya jangkau lebih dari dua puluh tiga abad

Nyaris tak terbantahkan, Aristoteles seorang filosof dan ilmuwan terbesar dalam dunia masa lampau. Dia memelopori penyelidikan ihwal logika, memperkaya hampir tiap cabang falsafah dan memberi sumbangsih tak terperikan besarnya terhadap ilmu pengetahuan.

Banyak ide-ide Aristoteles kini sudah ketinggalan jaman. Tetapi yang paling penting dari apa yang pernah dilakukan Aristoteles adalah pendekatan rasional yang senantiasa melandasi karyanya. Tercermin dalam tulisantulisan Aristoteles sikapnya bahwa tiap segi kehidupan manusia atau masyarakat selalu terbuka untuk obyek pemikiran dan analisa. Pendapat Aristoteles, alam semesta tidaklah dikendalikan oleh serba kebetulan, oleh magi, oleh keinginan tak terjajaki kehendak dewa yang terduga, melainkan tingkah laku alam semesta itu tunduk pada hukum-hukum rasional. Kepercayaan ini menurut Aristoteles diperlukan bagi manusia untuk mempertanyakan tiap aspek dunia alamiah secara sistematis dan kita mesti memanfaatkan baik pengamatan empiris dan alasan-alasan yang logis sebelum mengambil keputusan. Rangkaian sikap-sikap ini --yang bertolak belakang dengan tradisi, takhyul dan mistik-- telah mempengaruhi secara mendalam peradaban Eropa.

Aristoteles dilahirkan di kota Stagira, Macedonia, 384 SM. Ayahnya seorang ahli fisika kenamaan. Pada umur tujuh belas tahun Aristoteles pergi ke Athena belajar di Akademi Plato. Dia menetap di sana selama dua puluh tahun hingga tak lama Plato meninggal dunia. Dari ayahnya, Aristoteles mungkin memperoleh dorongan minat di bidang biologi dan "pengetahuan praktis". Di bawah asuhan Plato dia menanamkan minat dalam hal spekulasi filosofis.

Pada tahun 342 SM Aristoteles pulang kembali ke Macedonia, menjadi guru seorang anak raja umur tiga belas tahun yang kemudian dalam sejarah terkenal dengan Alexander Yang Agung. Aristoteles mendidik si Alexander muda dalam beberapa tahun. Di tahun 335 SM, sesudah Alexander naik tahta kerajaan, Aristoteles kembali ke Athena dan di situ dibukanya sekolahnya sendiri, Lyceum. Dia berada di Athena dua belas tahun, satu masa yang berbarengan dengan karier penaklukan militer Alexander. Alexander tidak minta nasehat kepada bekas gurunya, tetapi dia berbaik hati menyediakan dana buat Aristoteles untuk melakukan penyelidikan-penyelidikan. Mungkin ini merupakan contoh pertama dalam sejarah seorang ilmuwan menerima jumlah dana besar dari pemerintah untuk maksud-maksud penyelidikan dan sekaligus merupakan yang terakhir dalam abad-abad berikutnya.

Walau begitu, pertaliannya dengan Alexander mengandung pelbagai bahaya. Aristoteles menolak secara prinsipil cara kediktatoran Alexander dan tatkala si penakluk Alexander menghukum mati sepupu Aristoteles dengan tuduhan menghianat, Alexander punya pikiran pula membunuh Aristoteles. Di satu pihak Aristoteles kelewat demokratis di mata Alexander, dia juga punya hubungan erat dengan Alexander dan dipercaya oleh orang-orang Athena. Tatkala Alexander mati tahun 323 SM golongan anti-Macedonia memegang tampuk kekuasaan di Athena dan Aristoteles pun didakwa kurang ajar kepada dewa. Aristoteles, teringat nasib yang menimpa Socrates 76 tahun sebelumnya, lari meninggalkan kota sambil berkata dia tidak akan diberi kesempatan kedua kali kepada orang-orang Athena berbuat dosa terhadap para filosof. Aristoteles meninggal di pembuangan beberapa bulan kemudian di tahun 322 SM pada umur enam puluh dua tahun

Hasil murni karya Aristoteles jumlahnya mencengangkan. Empat puluh tujuh karyanya masih tetap bertahan. Daftar kuno mencatat tidak kurang dari seratus tujuh puluh buku hasil ciptaannya. Bahkan bukan sekedar banyaknya jumlah judul buku saja yang mengagumkan, melainkan luas daya jangkauan peradaban yang menjadi bahan renungannya juga tak kurang-kurang hebatnya. Kerja ilmiahnya betul-betul merupakan ensiklopedi ilmu untuk jamannya. Aristoteles menulis tentang astronomi, zoologi, embryologi, geografi, geologi, fisika, anatomi, physiologi, dan hampir tiap karyanya dikenal di masa Yunani purba. Hasil karya ilmiahnya, merupakan, sebagiannya, kumpulan ilmu pengetahuan yang diperolehnya dari para asisten yang spesial digaji untuk menghimpun data-data untuknya, sedangkan sebagian lagi merupakan hasil dari serentetan pengamatannya sendiri.

Untuk menjadi seorang ahli paling jempolan dalam tiap cabang ilmu tentu kemustahilan yang ajaib dan tak ada duplikat seseorang di masa sesudahnya. Tetapi apa yang sudah dicapai oleh Aristoteles malah lebih dari itu. Dia filosof orisinal, dia penyumbang utama dalam tiap bidang penting falsafah spekulatif, dia menulis tentang etika dan metafisika, psikologi, ekonomi, teologi, politik, retorika, keindahan, pendidikan, puisi, adat-istiadat orang terbelakang dan konstitusi Athena. Salah satu proyek penyelidikannya adalah koleksi pelbagai negeri yang digunakannya untuk studi bandingan.

Mungkin sekali, yang paling penting dari sekian banyak hasil karyanya adalah penyelidikannya tentang teori logika, dan Aristoteles dipandang selaku pendiri cabang filosofi yang penting ini. Hal ini sebetulnya berkat sifat logis dari cara berfikir Aristoteles yang memungkinkannya mampu mempersembahkan begitu banyak bidang ilmu. Dia punya bakat mengatur cara berfikir, merumuskan kaidah dan jenis-jenisnya yang kemudian jadi dasar berpikir di banyak bidang ilmu pengetahuan. Aristoteles tak pernah kejeblos ke dalam rawa-rawa mistik ataupun ekstrim. Aristoteles senantiasa bersiteguh mengutarakan pendapat-pendapat praktis. Sudah barang tentu, manusia namanya, dia juga berbuat kesalahan. Tetapi, sungguh menakjubkan sekali betapa sedikitnya kesalahan yang dia bikin dalam ensiklopedi yang begitu luas.

Pengaruh Aristoteles terhadap cara berpikir Barat di belakang hari sungguh mendalam. Di jaman dulu dan jaman pertengahan, hasil karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa Latin, Arab, Itali, Perancis, Ibrani, Jerman dan Inggris. Penulis-penulis Yunani yang muncul kemudian, begitu pula filosof-filosof Byzantium mempelajari karyanya dan menaruh kekaguman yang sangat. Perlu juga dicatat, buah pikirannya banyak membawa pengaruh pada filosof Islam dan berabad-abad lamanya tulisan-tulisannya mendominir cara berpikir Barat. Ibnu Rusyd (Averroes), mungkin filosof Arab yang paling terkemuka, mencoba merumuskan suatu perpaduan antara teologi Islam dengan rasionalismenya Aristoteles.

Maimomides, pemikir paling terkemuka Yahudi abad tengah berhasil mencapai sintesa dengan Yudaisme. Tetapi, hasil kerja paling gemilang dari perbuatan macam itu adalah Summa Theologia-nya cendikiawan Nasrani St. Thomas Aquinas. Di luar daftar ini masih sangat banyak kaum cerdik pandai abad tengah yang terpengaruh demikian dalamnya oleh pikiran Aristoteles.

Kekaguman orang kepada Aristoteles menjadi begitu melonjak di akhir abad tengah tatkala keadaan sudah mengarah pada penyembahan berhala. Dalam keadaan itu tulisan-tulisan Aristoteles lebih merupakan semacam bungkus intelek yang jitu tempat mempertanyakan problem lebih lanjut daripada semacam lampu penerang jalan. Aristoteles yang gemar meneliti dan memikirkan ihwal dirinya tak salah lagi kurang sepakat dengan sanjungan membabi buta dari generasi berikutnya terhadap tulisan-tulisannya.

Beberapa ide Aristoteles kelihatan reaksioner diukur dengan kacamata sekarang. Misalnya, dia mendukung perbudakan karena dianggapnya sejalan dengan garis hukum alam. Dan dia percaya kerendahan martabat wanita ketimbang laki-laki. Kedua ide ini-tentu saja --mencerminkan pandangan yang berlaku pada jaman itu. Tetapi, tak kurang pula banyaknya buah pikiran Aristoteles yang mencengangkan modernnya, misalnya kalimatnya, "Kemiskinan adalah bapaknya revolusi dan kejahatan," dan kalimat "Barangsiapa yang sudah merenungi dalam-dalam seni memerintah manusia pasti yakin bahwa nasib sesuatu emperium tergantung pada pendidikan anak-anak mudanya." (Tentu saja, waktu itu belum ada sekolah seperti yang kita kenal sekarang).

Konsep Republik Plato

Republik Plato

Dalam pengertian dasar, sebuah republik adalah sebuah negara di mana tampuk pemerintahan akhirnya bercabang dari rakyat, bukan dari prinsip keturunan bangsawan. Istilah ini berasal dari bahasa Latin res publica, atau "urusan awam", yanng artinya kerajaan dimilik serta dikawal oleh rakyat. Namun republik berbeda dengan konsep demokrasi. Terdapat kasus dimana negara republik diperintah secara totaliter. Misalnya, Afrika Selatan yang telah menjadi republik sejak 1961, tetapi disebabkan dasar apartheid sekitar 80% penduduk kulit hitamnya dilarang untuk mengikuti pemilu. Tentu saja terdapat juga negara republik yang melakukan perwakilan secara demokrasi.

Konsep republik telah digunakan sejak berabad lamanya dengan republik yang paling terkenal yaitu Republik Roma, yang bertahan dari 509 SM hingga 44 SM. Di dalam Republik tersebut, prinsip-prinsip seperti anualiti (memegang pemerintah selama satu tahun saja) dan "collegiality" (dua orang memegang jabatan ketua negara) telah dipraktekkan.

Dalam zaman modern ini, ketua negara suatu republik biasanya seorang saja, yaitu Presiden, tetapi ada juga beberapa pengecualian misalnya di Swiss, terdapat majelis tujuh pemimpin yang merangkap sebagai ketua negara, dipanggil Bundesrat, dan di San Marino, jabatan ketua negara dipegang oleh dua orang.
Republikanisme adalah pandangan bahwa sebuah republik merupakan bentuk pemerintahan terbaik. Republikanisme juga dapat mengarah pada ideologi dari banyak partai politik yang menamakan diri mereka Partai Republikan. Beberapa dari antaranya adalah, atau mempunyai akarnya dari anti-monarkisme. Untuk kebanyakan partai republikan hanyalah sebuah nama dan partai-partai ini, serta pihak yang berhubungan dengan mereka, mempunyai sedikit keserupaan selain dari nama mereka.
Republik dan konsep demokrasi

Banyak yang berpendapat negara republik adalah lebih demokratik dari negara monarki. Namun itu semuanya sebenarnya bergantung kepada siapa yang memegang kuasa eksekutif. Pada hampir setengah negara-negara monarki, raja hanyalah sekedar lambang kedaulatan negara, dan perdana menteri lebih berkuasa dari raja. Monarki biasanya bertakhta seumur hidup dan kuasanya akan diberi kepada saudara atau anak, atau dipilih mengikut peraturan yang ditetapkan. Banyak negara monarki adalah demokratik.

Dari segi mana yang lebih demokratik, memang tak ada perbedaan yang jelas antara republik dan monarki. Di negara monarki, sering Perdana Menteri mempunyai kuasa eksekutif lebih besar dibanding rajanya, yang berkuasa dari segi adat istiadat saja. Dan ada juga kasus di beberapa republik dimana Presidennya memerintah secara totaliter. Misalnya, negara di bawah pimpinan Bokassa di Republik Afrika Tengah. Walau begitu, biasanya republik sering disamakan dengan demokrasi. Amerika Serikat misalnya dianggap sebagai simbol demokrasi.

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Republik"